PENGARUH CAHAYA TERHADAP PROSES FOTOSINTESIS

PENGARUH CAHAYA TERHADAP PROSES FOTOSINTESIS

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Semua makhluk hidup tentu akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan, begitu pula pada tumbuhan hijau. Pertumbuhan merupakan perubahan secara kuantitatif yang meliputi perubahan ukuran, dan volume sel pada makhluk hidup yang bersifat irreversible. Sedangkan perkembangan merupakan perubahan secara kualitatif yang bersifat menuju pada kedewasaan atau maturitas.
Proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal adalah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dari luar tubuh tumbuhan tersebut, meliputi: nutrisi, suhu, cahaya, air, kelembaban, dan oksigen. Faktor internal adalah faktor yang berasal  dari dalam tubuh tumbuhan, meliputi: gen dan hormon.
Selain faktor-faktor di atas, perkembangan dan pertumbuhan tanaman juga dipengaruhi oleh zat /  makanan pada tanaman yang dibentuk melalui proses fotosintesis yang umumnya terjadi pada siang hari.
Berdasarkan latar belakang tersebut kami ingin mengadakan penelitian mengenai pengaruh cahaya terhadap proses fotosintesis.

B.      Rumusan Masalah
Bagaimana pengaruh cahaya terhadap proses fotosintesis?

C.    Tujuan
Untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap proses fotosintesis.

D.    Hipotesis
Cahaya berpengaruh terhadap proses fotosintesis.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Pada awal tahun 1600-an, seorang dokter dan ahli kimia melakukan percobaan untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan massa tumbuhan bertambah dari waktu ke waktu. Pada tahun 1727, ahli botani Inggris, Stephen Hales berhipotesis bahwa pasti faktor lain selain air yang berperan dalam proses fotosintesis. Ia mengemukakan bahwa sebagian makanan tumbuhan berasal dari atmosfer dan cahaya yang terlibat dalam proses tertentu. 
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi pada tumbuhan dengan bantuan cahaya matahari. Cahaya merupakan sebentuk energi yang dikenal sebagai energi elektromagnetik. Ketika cahaya bertemu materi, cahaya mungkin dipantulkan, diteruskan, atau diserap. Zat yang menyerap cahaya tampak dikenal sebagai pigmen. Ketika klorofil dan pigmen-pigmen lain menyerap cahaya, warna-warna yang bersesuaian dengan panjang gelombang yang diserap lenyap dari spektrum yang terdiri dari cahaya yang diteruskan dan dipantulkan, namun energi tidak dapat hilang.

BAB III
METODE PENELITIAN

A.    Alat dan Bahan
1.      Kertas aluminium foil
2.      Penjepit
3.      Tanaman hijau (berdaun)

B.      Cara Kerja
1.  Siapkan tanaman hijau (berdaun), pilih salah satu daun untuk di tutup dengan kertas aluminium foil.
2.   Setelah di tutup, rapatkan dengan penjepit kertas agar tidak terlepas.
3.   Biarkan daun tetap dalam posisi itu selama beberapa hari (minimal 1 hari)
4.   Setelah itu buka penutup daun itu.
5.   Lihat perbedaan daun lainnya dengan daun hasil percobaan.

C.    Variabel
Variabel bebas : jenis tanaman hijau.
Variabel terikat : peletakkan di tempat yang terkena cahaya.




BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

A.    Hasil Pengamatan
Dari hasil percobaan tampak hal berikut :
·         Daun yang tertutup kertas aluminium foil warnanya berbeda dengan daun lainnya, daunnya berwarna lebih pucat.

B.     Pembahasan
Percobaan yang dilakukan pada daun yang ditutupi oleh kertas alumunium foil menunjukan terjadinya perubahan warna menjadi lebih pucat. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. Klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Apabila permukaan daun ditutup menggunakan kertas alumunium foil, fotosintesis tidak berjalan dengan sempurna, sebab kloroplas hanya berfotosintesis jika terkena cahaya. Penutupan permukaan daun menggunakan kertas alumunium foil pada prinsipnya menyebabkan cahaya matahari dipantulkan kembali dan tidak diserap oleh tumbuhan.
Cahaya matahari berperan penting dalam proses fotosintesis, oleh sebab itu tumbuhan disebut juga sebagai organisme fotoautotrof, sebab tumbuhan dapat membuat makanannya sendiri dengan bantuan cahaya. Proses fotosintesis mengikuti persamaan reaksi sebagai berikut:
6H2O + 6CO2 + → C6H12O6 (glukosa) + 6O2


BAB V
PENUTUP
A.    Simpulan
Cahaya berperan dalam proses fotosintesis, dengan adanya cahaya, proses fotosintesis dapat berlangsung. Apabila permukaan daun ( tempat berlangsungnya proses fotosintesis ) ditutupi dengan kertas alumunium foil, maka bagian tanaman tersebut akan berwarna pucat menandakan bahwa pada bagian tersebut tidak berlangsung proses fotosintesis. Hal ini menunjukan adanya pengaruh cahaya pada proses fotosintesis, sehingga hipotesis dapat diterima.

B.     Saran
Apabila dalam percobaan sulit didapatkan kertas alumunium foil, dapat digunakan kertas pada bagian dalam kemasan rokok.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Pembelajaran yang Baik

cara membuat bolu kukus